13

1031 Kata

"Kak, maaf kalau merepotkan, terpaksa Kak Gustav yang bolak-balik ke sini." Atikah berucap pelan sesaat setelah selesai terapi pernapasan dan relaksasi. "Nggak papa, yang penting Atikah merasa nyaman, satu hal lagi, jika bisa dan Tika mulai bisa mengontrol emosi, mulailah ingat kebaikan-kebaikan Angkasa, aku punya keyakinan ia laki-laki baik, satu kali bertemu, berbicara dengannya aku yakin ia bukan laki-laki tak bertanggung jawab, sebenarnya bisa saja dia tak mempedulikanmu tapi ternyata setelah satu tahun berlalu ia masih mencarimu, ingin menikahimu kata Putra dan mau bertanggung jawab atas semua yang dia lakukan padamu." Wajah Atikah seketika berubah sedih. Bukan hal mudah baginya melupakan semua kesedihan dan ketakutan, tiap kali mengingat Angkasa yang ada hanya kesedihan. "Aku tahu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN