Fuadi terlihat gusar karena sudah dua hari Julia tak bisa ia hubungi. Ia terlihat tak sabar, di kantor ia marah-marah tak karuan. Hanya di rumah ia tak tega jika marah-marah pada Ruslina yang sabar, sekuat tenaga ia menahan diri meski kadang ingin meledak marahnya, biasanya ia akan segera tidur. Ruslina memahami apa yang dirasakan suaminya, ia berusaha membuat suasana nyaman, memasak makanan kesukaan Fuadi dan berusaha agar bayinya tidak menangis. "Mas tiduran aja, biar aku siakan makan malam, bentar lagi siap." Fuadi hanya mengangguk, ia menatap wajah sabar istrinya yang rasanya tak tega bila dirinya melampiaskan kekesalannya pada wanita yang rela berbagi rumah dengan wanita lain. Bunyi derit pintu pagar membuat Fuadi terkesiap, ia berdiri dan melihat Julia yang melangkah masuk. Ruslin

