'Jangan sampai hamil tapi bingung siapa bapaknya'. Perkataan Priska di toilet tadi benar-benar menganggu pikiran Puspa. Puspa jadi lebih sering menyentuh perutnya sendiri, tapi takut jika yang dikatakan itu benar-benar terjadi. Tidak mungkin ada bayi tumbuh di dalam perut datarnya ini. Baiklah, bukannya tidak mungkin. Kata itu hanya boleh dipakai jika Puspa tidak pernah melakukan hubungan badan dengan siapapun sebelumnya. Kendati merasa sudah berhati-hati, cerita kebobolan buktinya masih saja terjadi pada kenalan-kenalannya. Puspa harap itu tidak mungkin. Ia akan berprasangka baik pada Tuhan, bahwa Tuhan tidak akan sekejam itu padanya. Puspa tidak siap menjadi seorang ibu, dan yang terpenting, Puspa tidak ingin anaknya lahir tapi keberadaannya tidak diinginkan. Ponsel Puspa tiba-tiba

