Puspa dan Gahar duduk bersisihan di kursi depan mobil Gahar. Puspa yang mengajak mereka bertemu di sana, dan ketika Gahar tanya mengapa tidak di dalam kamarnya saja, Puspa menjawab bahwa dia tidak membiarkan orang asing masuk ke ruang pribadinya. Mendengar itu, Gahar hanya bisa tersenyum miris. Padahal ini bukan kali pertama Puspa mengatakan hal serupa, tapi rasa sakitnya seolah-olah Gahar baru pertama kali mendengarnya. "Kenapa kamu lakukan itu?" Akhirnya Gahar bersuara setelah mereka diliputi keheningan cukup lama lantaran Gahar bingung harus memulai dari mana, sementara Puspa menunggu. Yang datang yang seharusnya bicara lebih dulu. "Melakukan apa? Aborsi, maksudmu?" Gahar memejam pedih, kembali Puspa menyakitinya dengan kata-kata. Haruskah seterus terang itu? Agaknya Puspa tahu

