74

1223 Kata

Puspa pulang ketika jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Oliv repot-repot mengantarnya hingga luar padahal biasanya disuruh bantu menutupkan pagar saja dia tidak mau. Rupanya Oliv mengantar Puspa keluar memang ada maksudnya, dia bertanya apakah Puspa dan Gahar sedang bertengkar karena konon bisa melihat kegalauan di mata Puspa. “Ya susah, Kak, kalau nggak ada yang mau ngalah,” ujar Oliv setelah Puspa menceritakan perdebatannya dengan Gahar semalam. “Jadi menurutmu, aku yang harus ngalah?” “Ehm … keadaan paling memungkinkan kan memang itu, Kak. Kak Gahar di sana punya tanggung jawab kerjaan yang bukan main-main. Bukan berarti aku bilang kerjaan Kak Pus main-main lho ya, hanya saja pekerjaan Kak Pus itu lebih fleksibel.” Oliv kemudian bergumam sambil lirik-kirik Puspa, seperti ing

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN