bc

Tattoo Girl in My Bed!

book_age16+
56
IKUTI
1.4K
BACA
one-night stand
HE
sweet
city
like
intro-logo
Uraian

#KontesDreamePermainanBerbahaya

“Kau tidak bersikap seenaknya setelah kau menjebakku,” kata Albert.

“Sudah kubilang, kalau kau merasa dicurangi, kau bisa mencari siluman ular itu dan menidurinya. Tidak akan ada campur tanganku lagi disana. Kau tetap berada dalam jebakannya dan siap-siaplah jadi pengantin dan calon ayah bulan depan!” bantah Jacq kesal.

“Tapi semua telah terjadi dan kau menjebakku untuk menidurimu. Jadi kau harus bertanggung jawab!” kata Albert.

“Aku, tanggung jawab?” tanya Jacq yang tidak mempercayai pendengarannya sendiri.

“Ya. Kau menjebakku. Kau mengambil keperjakaanku, jadi kau harus bertanggung jawab,” kata Albert mengangguk.

“What the hel! Mana ada yang begituan!” amuk Jacq.

“Mengapa tidak ada? Wanita bisa begitu, mengapa pria tidak bisa menuntut tanggung jawab?” tanya Albert.

“Kau … Kau … Aarggh!” jerit Jacq frustasi.

****

Saat tahu kalau Karenina, saudiri tirinya dari wanita simpanan Ayahnya, berniat untuk menjebak Albert Hartanto agar bisa menikah dengan pria itu, Jacq membuat rencana balas dendamnya sendiri.

Dia memanipulasi keadaan hingga dia bisa menggantikan Karenina untuk tidur dengan Albert Hartanto dan membongkar kebusukan Karenina di depan pria yang sangat dicintai saudarinya itu.

Tapi kepuasannya atas aksi balas dendamnya tidak bertahan lama, karena setelahnya, Albert Hartanto terus mengejarnya untuk memintanya bertanggung jawab pada pria itu!

Kerumitan hidup Jacqueline tidak hanya oleh Albert yang menuntut tanggung jawab, tapi juga dari rencana pembunuhan yang diatur oleh wanita yang telah menjadi Ibu tirinya itu, demi mendapatkan seluruh harta keluarganya.

****

chap-preview
Pratinjau gratis
PROLOG
“Mulai hari ini, Ratna dan Karen akan tinggal bersama kita. Kamu bisa memanggil Ratna dengan sebutan Tante, dan karena Karen lebih tua darimu, kamu bisa memanggilnya Kakak,” kata Thomas menjelaskan. Jacqueline sontak mundur satu langkah dan menatap waspada pada ketiga orang itu. “Apa maksud Papa? Siapa mereka?” tanya Jacqueline. “Mereka …” melihat tatapan curiga putrinya, membuat Thomas tidak bisa melanjutkan kata-katanya. “Aku adalah Ibu sambungmu, dan Karenina adalah Kakak tirimu,” kata Ratna Sari memberitahu dan Jacqueline terbelalak. “Tidak!” tolak Jacqueline sambil menggeleng. “Papa. Katakan ini tidak benar, Pa!” tuntut Jacqueline sambil menoleh pada Thomas. “Ini benar, sayang. Papa tahu kamu pasti akan terkejut, tapi kita jalani pelan-pelan saja, ya. Papa tidak akan memaksa kamu untuk langsung menerima keberadaan Tante Ratna dan Karen,” bujuk Thomas. “Tidak. Mama baru meninggal satu bulan yang lalu, bagaimana bisa Papa sudah menikah lagi?” tolak Jacqueline yang tidak percaya. Bukankah harusnya Ayahnya juga sama sepertinya yang masih dalam masa berduka, bagaimana bisa memikirkan mencari istri baru? kecuali.. Dia tiba-tba terdiam saat teringat perkataan Ibundanya beberapa hari sebelum wanita itu telah melahirkannya itu masuk ICU dan kemudian pergi selama-lamanya. “Jacqueline sayang, ini adalah berkas peralihan saham Mama ke nama kamu. Kamu simpan sendiri hingga saham milik Mama bisa dialihkan padamu setelah usiamu dua puluh satu tahun.” “Yang ini kunci brankas Mama di bank Mutiara, yang ini adalah surat kuasa untuk mengambil isi brankasnya setelah usiamu delapan belas tahun. Kalau yang ini adalah beberapa sertifikat Apartemen milik Mama. Untuk Apartemen yang ini, tidak diketahui keberadaannya oleh siapapun. Pasword masuknya adalah tanggal lahir kamu. Jika kau sedang ada masalah dan membutuhkan tempat sendiri, kau bisa pergi kesana, disana sudah ada semua keperluanmu. Ingat, jangan beritahukan semua ini ke siapapun,” “Jangan menangis, sayang. Dengarkan Mama dulu, anggap saja ini hanya agar Mama lebih tenang setelah memastikan hak kamu di masa depan. Dengan begitu, Mama bisa beristirahat dan memulihkan diri tanpa banyak pikiran, okay?” Sekarang dia baru mengerti mengapa Ibunya bicara aneh seperti itu, pasti karena Ibunya sudah tahu tentang perselingkuhan Ayahnya dengan wanita ini. Tatapan Jacqueline seketika menjadi kosong saat menyadari, kalau ternyata di waktu terakhir hidupnya di rumah sakit, Ibunya masih memperjuangkan haknya agar tidak direbut orang lain. “Jacqueline, aku akan menemanimu agar kamu tidak kesepian lagi,” kata Karen manis sambil menyentuh tangan Jacqueline. “Jangan sentuh aku!” marah Jacqueline dan dia mendorong Karen. “Ah!” teriak Karen saat jatuh. “Karen!” seru Ratna Sari dan Thomas panik. Mereka langsung mendekat pada Karen dan membantu Karen bangun. “Papa, aku hanya ingin berteman dengan Jacqueline,” kata Karen sedih. “Siapa yang kau panggil Papa? itu Papaku, bukan Papamu!” seru Jacqueline tidak terima. Dia ingin menyerang Karen tapi Thomas langsung berdiri dan menghalanginya. “Jacqueline, jangan bersikap kasar seperti ini!” omel Thomas dan Jacqueline tertegun. “Papa membentakku hanya karena anak wanita itu?!” seru Jacqueline tidak terima. Dia mendorong Ayahnya dan menatap pria itu dengan tatapan membangkang. “Aku tidak apa, Papa. Jacqueline pasti tidak sengaja,” kata Karen lembut sambil merangkul tangan Thomas. Jacqueline mengernyit tidak suka saat melihat kedekatan Thomas dan Karen. Dulu hanya dialah yang bisa bergelayut manja pada Ayahnya. Karen kemudian tersenyum mengejek, yang membuatnya semakin marah. “Lepaskan Papaku!” seru Jacqueline tidak terima, namun Thomas kembali menghalangi Jacqueline yang ingin melepaskan tangan Karen dari Ayahnya. “Papa mengerti kamu sulit menerima hal ini, kita jalani pelan-pelan saja, ya,” bujuk Thomas namun fokus Jacqueline adalah pada tangan Karen yang masih melingkar di tangan Ayahnya. Itu adalah Ayahnya, hanya dia yang berhak untuk menggandeng tangan Ayahnya! Dia lalu menoleh pada Ayahnya yang masih menatapnya dengan raut membujuk. Awalnya dia ingin meminta Ayahnya itu untuk melepaskan tangan Karen, tapi lalu dia tertegun saat menyadari sesuatu. Dia lalu melihat pada wajah Karen lagi, lalu pada wajah Ayahnya lagi dan akhirnya dia menyadari kemiripan di wajah mereka. Wajahnya semakin pucat saat sebuah kemungkinan melesat masuk ke otaknya. Apalagi Karen terlihat begitu dekat dengan Papanya. “Apa dia anak Papa dengan wanita itu?” tanya Jacqueline sambil menunjuk Karen. Keterdiaman Thomas dengan wajah pucat dan tatapan menantang Karen menjawab pertanyaannya. Kejutan terlalu buruk ini tidak bisa lagi diterimanya. Jacqueline langsung berlari keluar dari ruangan itu tanpa mengatakan apapun lagi. Dadanya sangat sesak. Keluarga bahagia yang dia miliki sudah hancur tidak tersisa. Dulu Ibu dan Ayahnya sangat mencintainya dan memanjakannya. Tapi sekarang Ibunya sudah meninggal dan Ayahnya selama ini ternyata memiliki keluarga lain! Usia Karen lebih tua darinya dan itu artinya Ayahnya bahkan sudah berselingkuh sebelum menikah dengan Ibunya! Jacqueline masuk ke dalam kamar tidurnya dan langsung mengunci pintu. Dia mengeluarkan semua dokumen yang diberikan Ibunya dan memasukkan semua itu ke dalam tas ransel miliknya bersama dua set pakaian dan barang-barang berharganya. Setelahnya dia memesan taksi online untuk pergi dari rumah ini, dia tidak bisa berada di rumah ini lagi! Setelah taksi online itu datang, dia membuka pintu kamarnya dimana Thomas sejak tadi menunggunya disana dan terus membujuknya. “Sayang, kamu mau kemana?” tanya Thomas panik saat melihat putrinya sudah berganti pakaian pergi dan membawa sebuah tas ransel yang terlihat penuh sesak. Dia tidak menyangka kalau Jacqueline akan bersikap sekeras ini. “Aku tidak akan tinggal bersama simpanan dan anak harammu!” kata Jacqueline yang berjalan tanpa mau melihat pada Ayahnya. Dia sudah sangat kecewa pada pada Ayahnya. “Apa maksudmu, Jacqueline?” tanya Thomas semakin panik dan Jacqueline sudah lari turun ke lantai bawah. “Tunggu, Jacqueline!” seru Thomas sambil mengejar putrinya. Pada saat dia sampai di depan rumah, taksi online yang membawa Jacqueline sudah jalan. Dia langsung menelpon Jacqueline dan untungnya panggilan itu diangkat oleh putrinya. “Jacqueline, sayang,” bujuk Thomas begitu Jacqueline mengangkat teleponnya. “Jika Papa memang menyayangiku, Ceraikan wanita itu dan usir mereka berdua dari rumah!” kata Jacqueline. Setelahnya dia langsung mematikan sambungan itu dan kemudian mematikan ponselnya. Jacqueline pergi ke Apartemen yang telah disiapkan oleh Ibunya. Disana semua keperluannya sudah tersedia seperti perkataan Ibunya, dari pakaian sampai ijazah sekolah terakhirnya. Di dalam kamar juga ada brankas yang berisi uang tunai dan emas batangan. Dia menangis pilu saat memikirkan bagaimana hancurnya perasaan Ibunya disaat hampir meninggal saja masih harus berusaha memastikan hak dan masa depannya aman dari pelakor dan anak haram Ayahnya. Tunggu..? Sejak kapan Ibunya tahu tentang wanita itu dan anak haramnya itu? Jika Ibunya sudah lama mengetahui tentang perselingkuhan Ayahnya, Ibunya pasti sudah memberitahu dirinya tentang semua ini sejak dulu, bukannya di rumah sakit tepat sebelum Ibunya itu meninggal! Untuk memastikannya, Jacqueline membuka dokumen yang diberikan Ibunya dan melihat tanggal tertera surat pengalihan saham dan surat kuasa itu adalah satu hari sebelum dokumen itu diberikan padanya. Tangis Jacqueline berubah menjadi raungan kemarahan saat dia menyadari kalau sepertinya Ibunya juga baru mengetahui tentang Ratna Sari dan Karenina, karenanya Ibunya langsung menyuruh Notaris membuatkan dokumen ini. Tubuh Ibunya sejak dulu memang lemah, yang menyebabkannya sering dirawat di rumah sakit walau hanya karena penyakit batuk, gangguan pencernaan ataupun demam. Tapi Ibunya tidak mengidap penyakit mematikan seperti penyakit jantung atau kanker, jadi walau perlu dirawat di rumah sakit, tidak lama kemudian, wanita itu pasti akan kembali sehat dan bisa pulang ke rumah. Tapi Dokter sejak dulu sudah menjelaskan kalau kondisi mental Ibunya harus dijaga, tubuh Ibunya terlalu lemah dan tidak bisa menerima tekanan berat ataupun stres, hal itu bisa menyebabkan daya tahan tubuhnya drop dan jadi sakit. Pernah Ibunya sampai masuk rumah sakit selama dua bulan karena terlalu sedih saat Nenek meninggal. Setelahnya dia sengaja belajar bermain piano untuk menghibur Ibunya, karena Ibunya menyukai musik klasik dan Dokter bilang kalau musik klasik itu baik untuk kesehatan mental Ibunya. Sudah pasti perselingkuhan Ayahnya sampai punya anak haram yang berusia lebih tua putrinya sendiri adalah pukulan yang sangat berat untuk Ibunya, yang akhirnya merenggut nyawa Ibunya! Ratna Sari, Karenina sari, Aku bersumpah akan menghancurkan kalian. Aku akan membuat kalian merasakan sakit dan penderitaan yang tidak pernah akan ada habisnya seumur hidup kalian! ***

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.6K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.9K
bc

TERNODA

read
198.8K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
61.8K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook