Bab 28

1130 Kata

Pada tengah malam, Gibran yang sudah sejam berada di ruang kerjanya setelah sampai rumah tadi pun merasa lapar. Dia merenggangkan kedua tangannya. Tangan kanannya memijat dahinya yang terasa berkedut. Sungguh hal ini terasa memusingkan baginya. Untung saja dia sudah menyelesaikan pekerjaannya. Sehingga besok tidak lembur dan begadang lagi. Apalagi dia juga belum bertemu mertuanya yang sedari tadi sudah berada di rumah. Tak mungkin dia bertemu mereka disaat malam begini, yang ada malah mengganggu mereka. "Badanku terasa pegal sekali," ujar Gibran kepada dirinya sendiri. Dia berdiri, ke luar ruang kerjanya menuju dapur. Entah ada makanan atau tidak. Dia memutuskan membuat mie goreng lagi untuk pengganjal perut. Tangannya yang lincah mulai mengambil mie dan merebusnya. Baju kemeja putih ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN