Bab 49

1120 Kata

Perjalanan menuju rumah kedua orang tua Aira begitu lama, karena Gibran tak bisa mengemudikan mobil dengan kencang. Ada Naura yang masih kecil, selain itu Aira juga takut jika mobil berjalan dengan kecepatan tinggi. Wanita realistis seperti Aira memang tak mudah ditaklukkan. Aira melirik Naura yang duduk di bagian belakang yang sedang bermain boneka. Dia memang membawanya, sedangkan dia harus duduk di bagian depan supaya bisa mengobrol dengan Gibran. "Naura senang gak mau ke rumah kakek nenek?" Naura menatap Aira, kemudian menjawab, "Senang dong, Ma. Pokoknya nanti ke rumah nenek main ke kebun strowberry. Yey!" "Iya, asal gak main becek-becekan aja." "Enggak kok, Ma. Nanti Naura kotor gak cantik lagi." "Pinter deh anak mama." Aira tertawa mendengarnya. Gibran hanya diam saja melihat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN