Aira membiarkan Naura tidur bersama kakek neneknya. Malam yang begitu dingin, dia memutuskan ke dapur untuk membuat teh jahe hangat. Kebetulan sudah lama dia tak membuatnya. Diliriknya Gibran yang sudah tidur dengan nyenyaknya. Tak ingin membangunkan suaminya itu, dia beranjak dari ranjang dengan begitu pelan. Lalu, ke luar kamar dan menemui gelapnya karena memang dimatikan lampu supaya hemat energi. Dia hanya menghidupkan lampu dapur. Jam memang sudah menunjukkan pukul 11 malam, siapa saja tentu sudah tidur. Saat dia selesai membuat teh jahet hangat, terdengar suara langkah kaki mendekat. Dia menoleh ke kanan dan kiri. Entah kenapa bulu kaki dan tangannya mendadak berdiri. Sungguh rasa takut tiba-tiba muncul hingga langkah yang semakin mendekat membuatnya spontan menjerit dengan kerasny

