51

1059 Kata

          Biya terkulai lemas di atas Rafa yang sama - sama terengah. Keduanya terlalu semangat bahkan hingga kelelahan. Rafa mengecup dalam kening Biya lalu membawanya ke posisi normal dan melepaskan Penyatuannya. "Istirahat sebentar Bi, abis itu bersih - bersih.." katanya seraya memeluk pinggang Biya lalu menenggelamkan wajahnya di d**a Biya. Biya memutuskan memejamkan matanya. Rafa kini memasang senyum, dengan penuh harap dia berdoa semoga anaknya cepat hadir. "Lapar Raf.." Rafa mendongkak, mengusap wajah Biya lalu memutuskan meraih ponsel. "Pesan antar aja ya, mau apa sayang?" tanya Rafa seraya mulai mengotak - atik ponselnya. "Salad aja.." balas Biya seraya menggeliat kecil lalu memeluk Rafa yang tidak terganggu sama sekali. "Sama apa lagi, kalau salad untuk diet aku menolak ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN