Kara terlihat masih sedih, apalagi hari ini peringatan Ben yang ternyata sudah tahunan meninggalkannya. Kenan sama murungnya. Kenan merasa mungkin ini karma karena mengambil nyawa orang lain saat menyelamatkan Ben. Kenan cukup sakit menerima karmanya. Kara menatap Kenan dengan bibir bergetar."Mas, kita mau ke makam Ben? Aku kuat, aku janji.." suaranya tercekat. Kenan mengangguk, sudah saatnya Kara tahu di mana Ben di makamkan. Selama ini sudah cukup Kara tersiksa dengan rasa kehilangan itu. "Aku kuat mas, aku udah rela lepas Ben.." Kenan terisak, memeluk Kara dengan erat dan menyesal untuk segala hal yang memang sudah tergaris takdir sebenarnya. "Ayo mas, ajak Biya.." Kenan mengangguk, mengusap air mata Kara sesaat sebelum beranjak untuk memanggil Biya. *** "Bahagia ya, ket

