Ben mempercepat langkahnya, kabar dan juga foto Nana yang dirinya upload sedang bersama Jeno dengan mesra membuatnya emosi parah. Perasaan Ben tidak berbuat salah, perlakuan pun sangat baik namun Ben merasa aneh karena terlalu tiba - tiba. Ben menyimpan kasar ponselnya di depan Nana yang kini sedang di rangkul Jeno. "Apa salah gue Na?" tanya Ben dengan nafas memburu. Nana tersenyum."Maaf, aku ga bilang, aku bingung harus bilangnya gimana. Aku nyaman sama Jeno, aku jatuh cinta sama dia.." Jeno menatap Nana memuja, ungkapan kebohongan Nana membuatnya terbang dan berdebar tak karuan. Selama ini memperhatikan Nana dari kejauhan ternyata membuahkan hasil walau karena paksaan. "Apa?" Ben tak percaya."kemarin kita liburan, kamu baik - baik aja!" nafas Ben tidak terkendali, jantungnya

