47

1119 Kata

      Biya tengah di dalam mobil bersama Rafa hendak menuju tempat perhiasan. Biya dan Rafa sudah memesan cincin dari satu minggu lalu dan hari ini mereka akan mengambilnya. "Sayang mau makan dulu?" Biya memutar matanya sekilas, semenjak lamaran hari itu Rafa benar - benar semakin romantis dan Biya masih butuh adaptasi. Sahabat sedari kecil yang selalu di tolak lalu di terima kini berakhir akan menjadi suaminya? Tentu saja Biya butuh adaptasi. "Terserah lo aja.." balas Biya malas - malasan. Rafa meraih tangan Biya masih dengan senyumnya yang hangat."Kok masih lo gue sih? Kita mau nikah lo.." keluhnya. Biya menghela nafas."Iyah maaf, aku masih ga nyaman aja.." akunya. "Ga nyaman gimana?" tanya Rafa setelah menepikan mobilnya di tempat cukup sepi di lewati kendaraan. "Kita sahabat, g

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN