Kara mengecup pipi Kenan lalu perlahan turun dari kasurnya dengan masih setengah mengantuk. "Mau kemana de? Mas masih mau peluk kamu.." Kara tersenyum."Bentar mas, Kara mau ke kamar mandi kebelet.." terangnya. "Jangan lama, jangan dulu mandi, mas masih mau kamu.." Kara tersipu."Iyah, dasar mas ya" gumamnya lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi. Kenan tersenyum menatap kepergian Kara. Kenan senang, keluarganya kini sudah bisa melepaskan kesedihan walau kadang - kadang kembali datang. *** "Aku janji pelan.." yakin Rafa seraya meraih tangan Biya yang sedari awal menutupi kedua asetnya. Rafa ingin melihat semuanya tanpa terlewat sedikit pun. Keduanya sudah benar - benar polos. Biya terlihat gelisah, gugup , takut dan panik. Rafa mengusap kepala Biya untuk menenangkan

