32

1082 Kata

      Nana menelan ludah gugup, wajahnya yang memang putih terlihat semakin putih pucat. Dia sedang berada di salon, hendak mewarnai rambutnya menjadi warna asli. Ben yang duduk di samping Nana berusaha menguatkannya dengan senyum semangat. Ben tahu pasti Nana merasakan takut, kecemasan yang berlebih sekarang. Buktinya tangan yang di genggam Ben itu berkeringat dan terus meremas cemas. "Kamu cantik pasti, lebih rapih.." Ben tersenyum senang. Hari yang di tunggu kian datang, dia tidak perlu terlihat nakal di depan Nana agar Nana terus bersamanya. Ben bisa menjadi diri sendiri mulai sekarang. Nana tersenyum kaku."Aku kuat kalo ada kamu.." Ben semakin cerah, dia benar - benar tidak akan melupakan hari ini. Semua do'anya terkabul hari ini. *** Besoknya di sekolah... "Itu Nana? Canti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN