Fahrul menunggu kedatangan Melodi dan Dion di tempat tunggu dengan tulisan yang bertuliskan nama Melodi saja. Di tempat lain, di dalam pesawat. "Katanya ada yang jemput kita ya?" tanya Melodi pada Dion yang merangkulnya. "Ha? Siapa?" tanya Dion balik, mengusap pelan rambut Melodi sekilas. Jelas sekali kalau Dion sangat memuja dan sayang pada Melodi. "Loh kata ayah bakalan ada yang jemput.." kata Melodi heran, menatap Dion dengan mengerjap polos. "Oh mungkin supir sayang.." Dion mengecup pelipis Melodi sekilas dengan gemas, lalu kembali merangkulnya dan menyuruhnya lebih merapat. "Mungkin.." balas Melodi seraya menikmati elusan lembut dari Dion. *** Fahrul menyimpan asal papan namanya itu, lalu menghampiri Melodi yang sepertinya tidak mengenali dirinya. Dion yang menuntun

