Mas ROY "Mulutmu itu, selalu saja bikin gatel telingaku." "Hehehe ... canda, Masako, atau Mas Roy, singkatan dari Mas Royco? Hahaha." Saat itu pula Reiko menaruh sendok di mangkuk bubur dan matanya mendelik pada Aida yang tadi bisik-bisik padanya dan sekarang tertawa geli. "Mau membuat masalah baru denganku, hmm? Belum puas sakit dan tanganmu dalam kondisi seperti ini?" Tapi tampaknya Reiko tak sedang ingin bercanda. "Iya, iya Pak Mas Roy." "Pak." "Iya tadi kan depannya udah pake pak." "Kamu tuuuuh uuuugh --" Reiko tak tahan dia sudah menaruh mangkuknya dan mengepalkan tangan kanannya seakan ingin meninju Aida. "Eeeh, iya, iya ampuuuun. Jangan gampang marah Pak. Nanti cepet tua, cepet keriput, cepet masuk liang-" "Buka mulutmu dan makan saja ini. Aku sudah capek-capek masak.

