Alif: Pak Reiko, saya sudah ada di luar apartemen. Tapi tadi saya bunyikan bel dua kali tidak terdengar sepertinya. Reiko: Oh, maaf. Tadi saya di kamar mandi. Sebentar saya keluar dokter Alif. "Kan aku udah minta dibatalin." Ekor mata Reiko kembali melirik pada Aida yang membuat langkah kakinya yang mau keluar jadi terhenti. "Ya kalau aku batalin kamu ketemu dokter sekarang, lukamu makin parah," ucap Reiko menunjuk ke kaki Aida. "Itu akan busuk dan kakimu harus diamputasi. Apa itu yang kamu harapkan?" "Eeh eng--" "Apa kamu berharap dengan begitu kamu bisa mengikatku selamanya untuk menjadi suamimu, memanfaatkan kebaikan hatiku begitu, hmmm? Menyiksaku harus mencucikan pembalutmu setiap bulan karena kamu gak mampu ngapa-ngapain, membiarkanmu tinggal di sini karena semua rasa bersalah

