Pagi-pagi sekali Faris sudah ada di rumah sakit, ia baru saja menjenguk anaknya. Setelah kejadian semalam di rumahnya, Faris belum menghubungi ibu sama sekali. Rencananya hari ini anak lelakinya akan keluar dari ruang inkubator, dan pastinya setelah itu akan tinggal di kamar rawat Hansa. Faris sudah duduk di samping Hansa, tangannya mengelus rambut Hansa perlahan. Sudah berhari Hansa tidak bangun. Faris yakin saat bangun nanti, Hansa akan langsung minta untuk mandi. Faris tersenyum saat membayangkannya. Faris beranjak lalu mengecup kening Hansa. Ia menunduk, kini mendekat ke arah telinga Hansa. "Cepat bangun, mas sama dedek nungguin kamu." "Ris?" Suara Soraya mengagetkan Faris. "Ibu." Soraya membawa sekantong plastik makanan. "Ibu bawa bubur buat kamu, pasti kamu belum sarapan." So

