Panik, Faris dan Hansa panik. Alby tidak berhenti menangis, demamnya juga tidak turun-turun. Semalam Alby tidur dengan gelisah, sebentar-sebentar menangis. Hansa sampai tidak tidur, tangannya terus mengelus kepala Alby yang menangis. Sebotol s**u tidak bisa menenangkan Alby. Untung saja tetangga apartemen tidak ada yang menggedor pintu, mendengar nyanyian merdu Alby. "Udah dibawa semua?" Faris sedang menggendong Alby dan Hansa mengemas keperluan Alby, baju, s**u dan botol s**u untuk dibawa ke rumah sakit, berjaga-jaga kalau saja Alby harus dirawat, tapi semoga saja tidak. "Udah. Ayo!" Hansa langsung menjinjing tasnya hendak berlalu. Tapi Faris menarik lengan Hansa dan menghentikan langkah Hansa. "Apa mas? Ayo!" "Tolong itu celana dikondisikan. Hak milik saya itu." Hansa melongok ke

