Yuna menerima kunci mobil dari tangan Topaz. Pria yang duduk di hadapannya menatapnya dengan tatapan gamang. Sesekali memalingkan wajah ketika tatapan Yuna lurus padanya. Yuna menarik nafas panjang, mengeluarkan pelan. Rasanya ingin menampar pria ini tapi, sial Yuna tak sanggup melakukan itu. "Kenapa dengan wajahmu?" tanya Yuna memulai obrolan di antara mereka. "Mmm, aku ada masalah sama orang," "Ruby?" tebak Yuna. "Bukan," Masih saja berbohong. Yuna menarik sudut bibirnya, "kau tidak perlu membohongiku, Topaz. Aku tahu masalah yang kau hadapi. Masih tentang hati yang tidak bisa kau miliki." ujar Yuna. Topaz menipiskan bibirnya, Yuna benar, ia tidak perlu merahasiakan itu dari Yuna. "Kau benar Yuna, masih masalah hati yang sama." keluh Topaz, ia mengangkat gelas kopinya dan me

