Ruby sudah tidur saat safir tiba di rumah, ia pelan menghampiri Ruby setelah memeriksa Kristal di tempat tidur. Safir mengamati istrinya yang sedang damai, mengulurkan tangan membelai rambut hitam Ruby. Tubuh Safir condong mengecup kening Ruby dengan lembut. Hingga pemiliknya terjaga dari tidurnya. "Kakak," gumam Ruby segera bangkit duduk. "Hei, maaf kau jadi bangun," sesal Safir. "Bagaimana keadaan mama? Parah ya? Makanya kakak nggak nelpon Ruby." Ruby panik. "Ah, itu___" "Parah?" Desak Ruby bertanya. "Tenang, Hun. Kenapa kamu nggak pernah tenang menghadapi sesuatu? Jangan meledak-ledak begini, Hun." Safir mengambil tangan Ruby dan menggenggamnya. "Gimana mau tenang ___" "Karena itu kasih waktu untuk kakak menjelaskan." "Kakak sih, lambat bicaranya." Safir tertawa kecil.

