ADIK IPAR-40

1257 Kata

"Aahh … sakit, kak.” Desah Ruby dengan mata terpejam. “Sakit ya? Kakak menyentuhnya pelan kok, Hun.” Safir berdesir mendengar desahan Ruby. “Tapi, perih kak.” keluh Ruby. “Tahan sedikit, ini awalnya emang perih, Hun. Tapi, setelah ini akan—” “Aaahhh, udah, ah. Perih.” rengek Ruby menepis tangan Safir dari bibirnya yang sedang mengolesi salep luka. Safir tertawa, “gemes banget, pengen kakak gigit nih si mungil.” Safir tidak tahan, ia benar-benar mencium pipi Ruby kemudian menghisap kuat. "Aaah, kakak. Ih sakit." geram Ruby memukul lengan Safir. Safir tertawa melihat hasil karyanya di pipi Ruby, merah. Ia mengusapnya lembut, kemudian Safir menyimpan salep pada kotak p3k. Bibir Ruby mengerucut, bersandar pada sandaran sofa sambil mengarahkan tatapan ke layar tv yang sudah terpasan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN