Ruby perlahan membuka mata, menatap langit-langit kamarnya. Matanya menyipit menyesuaikan dengan cahaya di ruangan itu. Mengumpulkan kesadaran mengingat bagaimana ia berakhir di kamarnya sendiri. 'Astaga kenapa aku gak ingat apa-apa, sih.' benak Ruby dalam hati. Ia tidak mengingat apapun selain keberadaanya di cafe. Ruby beringsut bangun bersandar pada kepala ranjang, mencari Safir dengan tatapannya di ruangan itu. Namun, Safir tidak berada disana. Ruby turun dari ranjang, menekan kening yang masih terasa sakit. Ia menghampiri kotak tidur Kristal. Kosong. Ruby membawa langkah keluar kamar. Menekan gagang pintu kamar ibu mertuanya membawa langkah masuk. Nera dan Kristal tidur bersama. Ruby menghela napas panjang, menekan langkah membangunkan Nera. "Mbak Nera bangun," katanya me

