"Kak Safir nggak mungkin lakuin itu." lirih Ruby menatap lekat mata suaminya. Safir membisu membalas tatapan Ruby. "Kak Safir!" teriak Ruby mengguncang bahu Safir. "Katakan kakak tidak melakukan apapun padanya." Teriak Ruby. Safir masih diam. "Aku nggak percaya." Ruby menggeleng melihat sikap diam suaminya. "Kau benar-benar membunuhnya?" tanya Ruby berteriak sembari memukul bahu Safir. "Hampir Ruby. Hampir. Kau hampir membuatku jadi pembunuh." teriak Safir di depan wajah Ruby. Ruby mengatup mulutnya. Tubuhnya bergetar di pangkuan Safir. Takut mendengar suara keras Safir tepat di wajahnya. "Kau menguji kesabaranku." desis Safir. "T-topaz ti-tidak melakukan apapun pada Ruby. Dia hanya mengantarku pulang, kak." ujar Ruby terbata-bata. "Tidak melakukan apapun?" tanya Safir, sudut

