Ruby membawakan sarapan untuk Safir. Meletakkan baki di meja rias. Ruby duduk di tepian ranjang. Sebentar mengamati wajah suaminya yang masih lelap. "Kakak bangun" bisiknya mengguncang pelan bahu suaminya. Tubuh Safir menggeliat lalu berbalik membelakangi istrinya. Ia masih ingin berada dalam mimpinya. "Kak … bangun, sarapan dulu. Ini sudah siang banget loh." Ruby menarik bahu Suaminya supaya telentang. Perlahan mata Safir terbuka kecil. Menyipit melihat Ruby kemudian menguap lebar "Jam berapa honey?" tanya Safir matanya masih sangat berat. "Jam delapan, Ruby sudah buatkan sarapan, entah enak apa nggak. Ruby nggak tau." "Oh ya, kenapa gak bangunin kakak lebih awal." Safir bangun dan duduk. "Keliatannya kakak sangat lelah." lirih Ruby. Ia meraih baki dari atas meja rias. "Roti dio

