"I love you, hun," parau Safir menjauhkan wajahnya sebentar demi mengatakan itu kemudian menciumnya kembali. Jantung Ruby berdegup kencang mendengarnya, tangannya yang mengepal erat perlahan meregang, ia membawanya melingkar di leher Safir dan lembut membalas ciuman suaminya. Jantung Safir bertalu-talu ketika istrinya membalas ciumannya. Kali pertama bibir yang selalu ia cecap dengan paksa bergerak membalas mengulum dan melumat. Ruby tidak mahir ciuman tapi, mampu melambungkan dirinya ke atas awan. Safir melepas ciumannya dan menarik pelan kepalanya untuk memberi ruang di wajah mereka. Saling menatap tepat di kedua manik masing-masing. Safir membawa tangan membelai rambut Ruby, tersenyum melihat rona wajah istrinya. Menggesekkan ujung hidungnya di ujung hidung Ruby, menggoda manja.

