ADIK IPAR-48

1570 Kata

“Nggak usah, terima kasih,” tolaknya menipiskan bibirnya. “Aku cuma mencoba bantu, Fir. Tapi, misal kau keberatan gak apa-apa kok." Sialan, kok bisa begini. Safir mengucek bola matanya, bernapas panjang mencoba menghalau rasa kantuknya. "Astaga. Sepertinya kamu turun di sini Berlian. Aku mau istirahat sebentar.” ujar Safir. Ia tidak kuat menahan rasa kantuk yang menderanya. Berlian mengangguk, “Iya mendingan kamu istirahat aja. Aku pesan taksi online dulu.” Berlian mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. “kamu nggak ngabarin istrimu? Takutnya dia marah nanti.” ujar Berlian seraya memainkan ponselnya. “Gak perlu. Nanti aku jelaskan.” Safir menyandarkan punggung pada sandaran mobilnya seraya memejamkan matanya. Berlian tersenyum licik, tidak sia-sia usahanya meneteskan obat tidur p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN