Bab 45 ♡Bian, Kembalilah♡

1490 Kata

Kenangan itu terlintas begitu saja dalam pikiran maupun hati, membuat rasa bersalah semakin besar. Namun, untuk meminta maafpun rasanya percuma, karena yang dicari telah tiada. ******** Kania menatap piring dihadapannya dengan pandangan kosong. Ia tak berselera sama sekali. Suara tawa bahkan cekikikan setiap hari terdengar membuat telinganya sakit. Belum lagi hatinya semakin sakit setiap hari. Rasa bersalah itu kian makin membumbung tinggi. Baru ia sadari bahwa tidak ada yang lebih baik daripada Bian. Tidak ada yang setulus Bian. Namun, dasarnya ia yang tidak pernah bersyukur, dan selalu meminta lebih tanpa mau intropeksi diri. Andai waktu bisa diulang. Percuma saja meminta, karena sampai kapanpun waktu tidak akan bisa diulang. Sejatinya setiap kesalahan itu akan membekas, dan begitu s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN