Bab 44 ♡Balasan♡

1903 Kata

Kebencian itu telah sirna tergantikan oleh cinta. Sayangnya cinta itu telah pergi membawa cinta yang baru disadari. ******** Mendengar kabar bahwa putra satu-satunya telah mengalami kecelakaan dan dinyatakan meninggal di tempat membuat Dewangga dan Nana terpukul. Sebagai kedua orang tua dan hanya memiliki satu anak lelaki membuat keduanya tak henti menangisi kepergian Bian. Walaupun Dewangga masih saja tak percaya. Ia mengira bahwa anaknya masih hidup. Bahkan, diam-diam Dewangga mencari Bian di dekat lokasi kejadian. Anak buahnya yang selalu ia pinta mengintai Bian diamanapun Bian berada mengatakan tidak melihat Bian keluar dari mobil, sehingga asumsi Bian meninggal dalam kecelakaan mobil itu benar adanya. Tahu apa yang terjadi? Mobil yang dikendarai Bian dengan kecepatan tinggi itu mena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN