Aku akan datang, menjemputmu walau kamu menolak kehadiranku lagi ******* Setelah berbulan-bulan menjalani pengobatan dan terapi demi bisa sembuh, Bian akhirnya kini sudah bisa berjalan normal lagi. Sang gadis yang menolong Bian menatap Bian tak henti dengan tatapan terpesona akan ketampanannya. Bahkan, temannya pun mengakui bahwa lelaki yang ditolongnya itu begitu tampan. Ia rela harus mengeluarkan uang banyak buat pengobatan Bian asalkan ia hidup bersama Bian lebih lama lagi. Ia berfikir bahwa Bian memanglah jodohnya. "Bian, kamu mau kemana? Kok udah rapi gitu." Bian menatap gadis itu dengan tatapan datar. Baju yang dipakainya ini ialah baju bekas yang dibeli oleh gadis itu untuk dirinya. Ia melirik meja yang dipenuhi makanan. Ya, sebenarnya hanya ada sayur bening kacang dengan lau

