Jangan bilang keluarga, jika untuk menolong keluarganya yang lain saja tidak mau. Jangan bilang keluarga jika diam-diam dibelakang saling menjatuhkan. Jangan bilang keluarga jika keluarganya bahagia justru dicaci maki. ******** Bian menatap kanan kiri, ia masih sangat jauh jika harus menuju tempat kos Kania. Sedangkan dirinya hanya jalan kaki. Tidak membawa uang buat naik angkot. Kedua matanya tak sengaja menatap sebuah musholla di pinggir jalan, ia memutuskan untuk ke sana. Apalagi sudah waktunya sholat dhuhur. Seusai sholat dhuhur, Bian tidak langsung meninggalkan musholla. Ia juga sedang memikirkan caranya untuk kembali ke tempat kos Kania. Mungkin salah satunya ia bisa pinjam uang kepada salah satu warga sini. Bian menatap para jama'ah yang juga masih ada di dalam musholla. Terny

