Hidup itu seperti galeri. Ada yang lama terlupakan, ada pula yang baru diabadikan. Ada yang sebagai kenangan, ada pula sebagai hiasan. Sejatinya, bagaimanapun hidup itu tetaplah berpegang teguh pada prinsipmu yang baik. ******* Dikira bakalan bertemu, ternyata hanya kekosongan yang menjumpainya. Dikira rindu yang menjemput, ternyata hanya bayang-bayang angannya. Bian menghela nafas kasar saat hasil yang ia dapatkan menuju tempat kos Kania justru kekecewaan. Ia pikir Kania sudah kembali ke London atau mungkin sudah ke Jakarta dan mungkin telah bekerja. Jauh-jauh ia berjalan, jauh-jauh ia menempuh tak perduli lelah menyapa. Tahu gitu, ia langsung saja ke Jakarta dengan naik kereta, sepertinya cukup. Panghuni kos di tempat kos Kania dulu sudah berganti orang. "Mas, siapa ya?" Bian menger

