Terlalu sibuk mencampuri hidup orang lain dibandingkan fokus dengan dirinya sendiri, tanpa berfikir bahwa waktu semakin dekat menjemputnya. Sebagai manusia tak ada yang tahu kapan waktunya kembali. Namun, selalu ingatlah untuk bersiap diri. ******* Sebuah ruangan bercat biru tua dan tampak luas terdapat banyak orang disana. Namun, hanya ada satu yang terlihat lebih berkuasa serta wajahnya menyiratkan luka dan amarah. "Disini saya masih bersikap sopan dan menghormati kalian. Bagaimanapun kalian tetaplah keluarga saya, tetapi dimana hati nurani kalian saat melihat anak dan menantunya tidak pernah pulang? Apa kalian tidak mencoba untuk mencari?" teriak Bian dengan nafas memburu. Ia mengepalkan kedua tangannya. Ia juga marah saat kedua orang tuanya pun juga tidak perduli kepada Kania. Apa

