How can I want someone else's life rather than be grateful for the extraordinary blessings in my life. Because in fact humans never have enough~Hidden
"Gue ga pernah pacaran," Cleyrin berucap santai. Bekal makanan yang di siapkan oleh Bibi tadi pagi habis di santap olehnya. "Bagi gue, pacaran itu hanya membuang-buang waktu saja. Tidak ada cinta yang serius dibawah umur 18 tahun, berhubung gue baru 18 tahun maka hal itu berlaku buat gue,"
Satu suapan terakhir,Cleyrin mengambil tissue membersihkan mulutnya hingga tidak menyadari kini enam mata yang sedari memandangi kegiatannya melotot tidak percaya.
"Gue gak sarapan tadi jadi Bibi nyiapin bekal buat gue. Santai aja,gue gak akan bawa bekal makanan besok kalau hal ini cukup aneh buat kalian,hehe." Lagi-lagi Cleyrin melanjutkan ucapannya setelah sadar dengan tatapan terkejut dari ketiga sahabat nya itu.
Mengambil botol minumnya dan meneguk hingga tersisa setengah disana. "Pada Kenapa sih? Gue ada salah ya? Perasaan gue makanannya dengan baik-baik saja kok," Cleyrin meletakkan tangan secara menyilang di atas meja dengan dahi yang berkerut.
"Kayak ga pernah lihat orang makan aj---"
"Bukan itu!!" Shery memukul meja keras seraya memotong ucapan Cleyrin sehingga Cleyrin sedikit terkejut dengan tindakan tiba-tiba dari Shery.
"Seriusan Lo ga pernah pacaran?" Tanya Karyne memastikan. "Itu yang paling membingungkan buat kami," Sambung Karyne.
Sekarang Cleyrin mengerti arti dari tatapan ketiga sahabatnya itu. Cleyrin memutar bola matanya malas ternyata bukan karena cara makannya yang salah. "Jadi mata Lo bertiga melotot gitu karena gue bilang gue gak pernah pacaran? Kalian ga percaya? Iya gue tahu kok, gue terlalu cantik untuk single tapi ga usah lebay gitu dong!" Ujar Cleyrin. "Kayak menatap nct lewat depan rumah,natap sampai segitunya," Cleyrin mencabik.
"Parah banget! Fangirl kelas atas sampai pacaran aja gak pernah,gue takjub sih." Alleen menatap takjub kepada Cleyrin. Wajar saja,wajah-wajah seperti Cleyrin sangat tidak mungkin masih berstatus seorang jomblo atau lebih tepatnya single karena Cleyrin belum pernah berpacaran sebelumnya.
Cleyrin terlalu sempurna untuk tetap sendiri disaat seperti ini atau--- Cleyrin terlalu sulit untuk didapatkan?
"Jangan bilang selera oo itu terlalu tinggi jadi siapapun yang datang mendekat,Lo hempas untuk menjauh," Shery menebak-nebak.
"Atau mungkin Lo trauma sebelumnya. Lo suka sama seseorang tapi orang itu ga suka sama Lo atau Lo pernah ditinggal pas lagi sayang-sayangnya sehingga mati rasa? Karyne ikut membuat tebakan.
"Atau jangan-jangan--- Lo terlalu jatuh hati sama Haechan jadi Lo gak bisa buka hati lagi buat siapa aja yang datang. Ayolah Cley--- ini dunia nyata bukan dunia halu, Haechan itu gak akan bisa jadi jodoh Lo" Shery tak kuasa menahan unek-uneknya.
Cleyrin menganga dibuat. Bagaimana bisa Cleyrin mempunyai sahabat-sahabat yang otak nya hanya sedangkal. "Kayaknya Lo berdua stress deh, perlu gue antar kerumah sakit jiwa?" Tawar Cleyrin.
Andai mereka tau bahwa memang tidak ada yang mendekat pada Cleyrin. Hm, antara terlalu cantik atau memang tidak menarik.
Atau Cleyrin memang sangat jelek di mata orang-orang?
"Cley maksud--"
"Emang kenapa sih? Salah kalau gue belum pernah pacaran? Emang ada undang-undang yang mengatur untuk setiap anak gadis harus berpacaran? Heran gue salah nya dimana. Malahan bagus dong,kelak gue langsung ketemu jodoh gue daripada harus menjaga jodoh orang. Beruntung banget lah suami gue dimasa depan," Cleyrin membanggakan diri.
"Masa remaja adalah masa dimana jodoh orang berkeliaran,gue gak mau ribet. Gue gak niat jaga miliknya orang, kasihan jodoh gue mengalami cacar air karena disini gue mesra-mesraan dengan jodoh orang lain," Cleyrin menghela nafas panjang setelah mengucapkan curahan kekesalannya yang tidak masuk akal.
Alleen hanya bisa diam menyaksikan pertunjukan ini,menguyah permen karet seraya bertopang dagu,menatap bergantian tiga manusia di depan, samping kiri dan kanannya. Pertunjukan ini cukup menyenangkan untuk disaksikan.
"Bukan gitu Cleyrin,gue masih bisa nerima kalau Lo bilang,Lo pernah pacaran dan hubungan Lo kandas di tengah jalan. Tapi kalau Lo bilang,Lo sama sekali ga pernah pacaran, rasanya wow banget!! Ga mungkin gitu lho," Shery merinding sendiri.
"Ya memang begitulah faktanya jadi mau bilang apa lagi?" Santai Cleyrin. "Bilang saja gue terlalu cantik untuk tetap sendiri,susah amat!!" Bangga Cleyrin terlalu pede.
"Atau jangan-jangan Lo itu gak waras lagi? Sekarang Lo jujur--lo pernah tertarik sama lawan jenis? Atau sejenis? Atau Lo memang benar-benar gila?" Karyne berucap asal.
Cleyrin menonjok jidat Karyne pelan. "Lo pikir gue lesbi apa?! Sembarang aja kalau ngomong," Cleyrin menghela nafas panjang. Memperbaiki posisi duduknya, menatap Karyne dan Shery bergantian. "Gue pernah suka seseorang," ucapnya singkat
"Terus?"
"Ya begitulah,"
"Waktunya kapan?"
"Hmmm...." Cleyrin berusaha mengingat. "SD kelas tiga kali ya?"
"CLEYRIN!!"
Cleyrin menutup kedua telinganya. "Iya waktu SD! Setelah itu ga pernah lagi,gue suka nya member Nct doang,"Cleyrin berusaha jujur dari hati yang paling dalam.
Cleyrin tidak mudah untuk sekedar jatuh cinta. Boro-boro ingin merasakan jatuh cinta, merasakan bahagia ditengah keluarga saja Cleyrin tidak bisa, tidak ada waktu untuk cinta.
"Lo ga waras? Cinta monyet saja belum memasuki kriteria,jadi mau dibilang cinta apa? Cinta upil hah? Masih SD cinta-cintaan!!" Karyne meruntuh kesal.
"Gue juga sukanya karena dia ngasih gue contekan setelah itu gue cinta nya sama Haechan doang, sumpah gue ga bohong." Dengan polosnya Cleyrin masih bisa berbicara, tidak sadar bahwa kedua sahabatnya sudah sangat kesal di buat nya.
"Jadi intinya Lo belum mempunyai cinta pertama," ucap Shery memberi titik akhir.
"Buat apa emang nya?" Cleyrin balik bertanya. Acuh tak acuh Shery hanya bisa memijat keningnya yang tiba-tiba pening.
Sedari Alleen hanya bisa menahan tawanya. Menyaksikan antara si manusia yang benar-benar polos atau hanya sandiwara saja dengan dua manusia ingin tahu. Pertunjukan semakin seru saja.
"Emang Kenapa sih kalau belum pernah pacaran? Yaudah kali,ga ada salahnya kan?" Alleen buka suara.
Cleyrin tersenyum lebar seraya menunjuk jempolnya kepada Alleen. "Benar tuh, Ga penting banget. Gue belum nemuin seseorang yang kayak Haechan versi bisa digapai jadi apa itu pacaran?" Kata Cleyrin.
"Beda cerita, Lo kan emang trauma jadi memilih untuk ngefangirl," Cerocos Shery tanpa dosa menatap pada Alleen.
"Maksud Lo apa sih? Kok Lo menyinggung masa lalu gue?" Alleen menantang tidak terima atas ucapan Shery.
"Sudah-sudah kok jadi berantem sih? Mending kita damai," Karyne menengahi perdebatan yang segera akan berlangsung.
Jika ini berlanjut bisa terjadi hal yang tidak diinginkan seperti beberapa waktu yang lalu. Alleen terlalu sensitif jika berurusan dengan masa lalu jadi mari segera hentikan.
********
"Maafin aku ya, aku ga bermaksud bohong atau ga mau cerita sama kalian,"
"Tapi apa? Ga usah sok manis deh,gue kecewa sama Lo. Kita ini udah sahabat sejak lama tapi hal mengejutkan ini baru saja kita tahu. Lo ga menganggap kita sahabat Clayrin?"
"Bukan gitu," Clayrin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "A---ku rasa itu gak penting jadi untuk apa kan?" Bahkan disaat-saat seperti ini, Clayrin masih bersekukuh pada pendirian bahwa hal yang dia lakukan ini benar.
Noela dan Celsie menatap Clayrin tidak percaya. "Lo bilang gak penting? Lo punya saudara kembar yang satu sekolahan sama kita dan Lo bilang itu ga penting Clayrin? Clayrin, kita tahu nya dari anak-anak kelas lho, kalau bukan dari mereka kita berdua ga akan tahu dan sekarang Lo bilang itu ga penting?"
"Mungkin kita juga tidak boleh terlalu mengalih privasi Lo but what happen? Apakah mempunyai saudara kembar termasuk privasi yang tidak pantas di umbar?"
"I'm sorry, I just don't want to escalate the problem," Clayrin menunduk jenuh,kepalanya akan terasa berat jika sudah berhadapan dengan masalah seperti ini.
Celsie menghela nafas panjang,mendudukkan dirinya di samping Clayrin, seraya mengelus pundak nya"Its okay,im understand..."
"Thank you, I don't want you to be angry with me,"
"Tapi Lo harus ngenalin kembaran Lo sama kita!! Gue ga mau salah orang nantinya," Pinta Noela.
Clayrin mengangkat kepalanya,pikirannya kembali kacau mendengar permintaan Noela. Hubungannya dengan Cleyrin tidak sebaik yang mereka tahu, bagaimana caranya untuk mengenalkan nya dengan Cleyrin?
"We're no good," ucapannya pelan tetapi masih dapat didengar oleh keduanya. Clayrin memilih jujur daripada memperkeruh suasana.
Celsie yang mengerti hanya bisa mengangguk. Sebelumnya Celsie sudah mendengar kabar itu tetapi memilih tidak peduli dan menganggap itu hanya hoax. Apalagi berita yang Celsie dengar adalah keburukan dari seorang yang mereka bilang adalah kembaran dari Clayrin.
"Gapapa kok Clayrin," Ucap nya lembut.
Berbeda dengan Celsie, Noela malah semakin binggung dibuat nya. "Maksud nya gimana? Gue ga ngerti!"
"My relationship with her is not very good, " ucap Clayrin menjelaskan.
********
Sebagai seorang siswi yang paling mencolok di sekolahan membuat Clayrin tak henti-hentinya di puji,di tambah kabar bahwa Clayrin mempunyai saudara kembar yang baru saja mendaftar di sekolah ini nama Clayrin kembali tenar di sekolahan.
Kabar itu sudah tersebar, banyak yang merasa takjub dan banyak juga yang merasa iri. Clayrin sudah cukup membuat kaum hawa iri dengannya ditambah lagi seorang yang berupa sama dengan Clayrin membuat banyak siswi yang merasa tersaingi.
Membuat banyak berita palsu hingga tindakan bullying dari Cleyrin. Tak jenuh atau merasa takut, Cleyrin malah terlihat biasa saja dengan berita itu.
Orang-orang hanya merasa tersaingi, Cleyrin tidak ambil pusing dengan itu.
"Daripada Lo ngejar cewek yang udah ada yang punya, mending Lo embat saudara kembar nya," Marva memberi arahan atau lebih tepatnya sebuah saran. Keempatnya sekarang berada di perpustakaan, mengisi kekosongan otak yang hampir beberapa hari tidak di isi.
"Atau buat gue aja,gue lihat-lihat cantik juga,gal ada bedanya malah,haha." Dava kembali ikut campur dalam perbincangan Marva dengan orang yang sedari mengabaikan nya. "Hitung-hitung siapa tau kita bisa besan,haha" semakin ambigu lelaki itu berkata.
"Orang nya bar-bar,gue mah takut. Apalagi Lo tahu tipe ideal dari seorang Carel itu adalah cewek yang polos, pintar, sederhana dan rupawan. Berbanding terbalik banget sama kembaran nya," Cakra memberikan mendapat nya.
"Lo masih terus berjuang Rel?"
"Lo ga mau copas nya?"
"Saran gue sih jangan"
Carel memukul meja keras, mengundang pasang mata ke arah mereka. "Kalau Lo pada ga niat baca, mending keluar!!"
"Bukan gitu Rel,tap---
"Gue yang keluar," Putus Carel akhirnya, meninggalkan perpustakaan menahan kesal.
Bruk...
"Maaf-maaf ga sengaja," Gadis itu memungut buku-bukunya. Awalnya Carel berniat mengabaikan tetapi mendengar suara itu membuat niatnya terhenti.
Pandangan keduanya bertemu.
"Carel," Gadis itu berucap lembut. "Kalau jalan hati-hati dong," Sambung nya.
Carel antisipasi, mendengar dari nada bicara saja tidak cukup untuk mengumpulkan bukti bahwa gadis itu adalah orang yang berbeda, lucu nya suara mereka saja terdengar sangat mirip membuat siapa saja binggung membedakannya.
Seakan mendapatkan ide "coba Lo senyum dulu," Suruh Carel mengingat kejadian semalam.
Gadis itu tertawa kecil "untuk apa,hmm? Kamu rindu sama senyuman aku sampai lupa kejadian semalam? Aku masih marah lho" katanya.
Entah mengapa dengan mendengar dan menatap wajah itu membuat Carel luluh seketika. Gadis ini memang mampu membuat moodnya berubah seketika.
"Maaf untuk kejadian semalam,aku salah orang."
"Santai aja,gapapa kok. Aku duluan dulu ya,ada keperluan," Pamit Clayrin.
"Perlu di antar?"
"Kamu pikir aku siswi baru?" Clayrin tak henti-hentinya tersenyum dibuat Carel. Dua lubang cacat di pipi tirus nya membuat senyuman itu bertambah manis saja.
"Sebagai permintaan maaf, aku mau ngajak kamu makan bareng nanti. Ga ada penolakan," Tutur Carel.
Clayrin berpikir sesaat "Okay, kamu traktir kan?"
"Tentu,"
"Okey, sampai jumpa nanti Clayrin"
"Pantas saja,bucin akut ternyata" Seseorang gadis tersenyum miris di sebrang sana.