If it ends only because of unbelief, then why keep it? isn't it better to just end it~Hidden "Kamu kenapa? Ini aku lag---" "Kamu ga pernah ngertiin aku tau nggak? Kamu egois rel." Mata gadis itu memicing kejam. "Kapan kamu bisa ada untukku kapan? Aku capek kalau gini terus, makin hari kamu makin lupa dengan aku, kamu ga sayang lagi kan sama aku?" Cowok dengan tumpukan berkas-berkas di tangannya itu hanya bisa diam menatap tidak percaya pada kekasihnya. Gadis itu datang dan langsung marah-marah pada nya,mood Clayrin tampaknya tidak baik. "Kamu maunya apa,hm?" Tanya Darel berusaha sabar,meletakan berkas-berkas itu di bangku terdekat. Untung saja koridor sudah sepi jadi tidak ada yang memperhatikan pertengkaran keduanya. "Kalau kamu capek, kamu istirahat dulu ya sayang," Darel menarik t

