Semakin diselami semakin aku kehilangan. Harusnya sejak awal tak perlu tahu,agar luka tak datang sesuka hatinya. Pagi hari yang cukup indah, matahari bersinar tak terlalu terang. Masih malu-malu menunjukkan sinarnya atau mungkin karena embun pagi yang belum sepenuhnya berhenti memberi harum wangi di telinga. Cleyrin bangun dengan keadaan badan sakit hampir seluruh bagian tubuhnya. Menyesuaikan sinar dari balik jendela yang memaksa untuk masuk. Memberi terang di kamar yang terbilang cukup luas. 'Apa mereka sudah tahu.' Bahkan dalam keadaan yang seharusnya Cleyrin syukuri karena dirinya masih bangun dari tidur atau bahkan mengucapkan doa karena Tuhan masih memberi dirinya nafas kehidupan, Cleyrin malah berpikir hal yang aneh-aneh. Pikirannya tentu tak bisa tenang, hatinya merasa hampa d

