Bab 58. Memantau Diam-diam

1033 Kata

Selesai melaksanakan sholat ashar berjamaah, Ashraf beserta anak-anaknya bersiap untuk bersepeda sore ini. Yasmin tidak bisa ikut, karena badannya terasa lemas di pembaringan. Melihat wajah pucat ibunya, Nabila dan Naira naik ke atas ranjang susah payah. Melihat mereka yang kesusahan naik, Ashraf terkekeh. "Abi, bantuin!" kata Nabila. "Oh, mau dibantuin? Bilang dong dari tadi," kekehnya, mengangkat dua anak sekaligus ke samping istrinya. Kini Yasmin diapit oleh dua anaknya di samping kiri dan kanan. "Umi sakit karena Nabila marahin Umi, ya?" cicit Nabila, menunduk lesu sembari memegangi lengannya erat. "Eh, bukan, Nak. Umi cuma kecapean aja ini. Bukan salahnya Nabila kok," kata Yasmin. Nabila mengembangkan senyum. "Beneran, Umi? Maafin Nabila udah marah sama Umi." "Iya, maafin Umi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN