Sania mengepalkan kedua tangannya dengan erat, saat ibu mertua sangat membenci dan tak menyukai kehadirannya. Bisa dilihat sikapnya barusan, pandangan mata sangat tak bersahabat. Tak ada yang membela dirinya di sini, semua pembelaan didapatkan oleh Yasmin. Rasa iri dan cemburu dirasakan oleh Sania, betapa inginnya ia di posisi seperti itu. "Kenapa sih, cuma Yasmin aja yang beruntung dalam segala hal? Aku nggak bakalan diam saja, awas kamu, Yasmin!" gumam Sania. Pasang netranya mengedar ke arah seluruh penjuru ruangan kamar utama yang begitu mewah dan besar. Ruangan yang dipakai oleh Ashraf dan Yasmin setiap waktu. Ia bersedekap d**a, sembari menatap nyalang ke arah foto figura berukuran besar. Foto pernikahan Yasmin dan juga Ashraf, keduanya sangat serasi dan mesra berpose di sana. "

