Mobil milik Ashraf menepi, di lokasi yang disebutkan Anton tadi. Ia menghela napas pelan, menatap dari kejauhan. Yasmin sedang menunggu dirinya menjemput. Rasa kesal ia redam, agar tidak kelepasan. Ya walaupun tahu, jika Yasmin salah, sudah keluar tanpa memberitahunya. "Mas Ashraf," panggil Yasmin, begitu sang suami turun dari mobil. Yasmin lekas menghampiri dan memeluk tubuh kekar Ashraf. Menyaksikan hal itu, Anton membuang pandang ke sembarangan arah. Tidak kuasa, menahan kecemburuan melihat kemesraan orang yang dicinta. Benar, sampai saat ini Anton belum bisa melupakan perasaannya. Apalah daya? Yasmin memang tidak ditakdirkan untuknya. "Jangan salah paham. Tadi aku tak sengaja bertemu Yasmin saat dia sedang diincar orang jahat," kata Anton, menjelaskan agar tak terjadi kesalahpaham

