Yasmin di ambang kekalutan. Pikirannya semakin gamang, harus bagaimana sekarang? Barang terpenting yang terdapat bukti malah dihancurkan, begitu juga ke ruang CCTV malah tidak mendapatkan izin. Dia melangkah lunglai, kembali ke dalam kamar sembari menatap sendu pada laptop dan CCTV itu. Sejenak, dia terduduk di ataa ranjang. Sembari memutar otak untuk berpikir. Meskipun buntu, jangan sampai Yasmin putus akal hanya karena satu kegagalan. Ia bisa mencoba berbagai cara, setidaknya bisa mengurus kasus ini sendirian. "Maafkan aku, Mas. Udah membuatmu jadi membangkang keluargamu. Aku tak ingin selalu menyusahkanmu. Itulah sebabnya, aku berpikir untuk mencari tahu. Karena ini masalahku, aku nggak mau lebih banyak membebanimu. Insyaallah aku bisa mengusut tuntas agar tahu si pelaku," gumam Yasm

