Entah bagaimana dan ke mana orang misterius itu membawa Yasmin. Gadis itu perlahan-lahan membuka matanya. Ia meringis kesakitan, merasakan pening yang menjalar di kepala. Saat mata lentiknya sepenuhnya terbuka, Yasmin membeliak. Kala mendapati dirinya berada di sebuah bangunan terbengkalai. Kedua tangan dan kakinya diikat begitu erat, juga mulutnya dibekap oleh kain. Yasmin menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa dia berada di tempat ini? "Hmmmpp!" Yasmin meronta, menggerakkan tangan agar ikatan itu terlepas. Dirinya sudah dilingkupi oleh perasaan takut dan penasaran bersamaan. Suara pintu terbuka mengalihkan atensi Yasmin yang sedang disekap atas perintah atasannya. "Lo masih ingat gue?" tanya pria berbadan besar, memakai pakaian serba hitam. Wajahnya tak terlihat lantara

