Malam hari Ashraf kembali ke dalam rumah. Suasana begitu sepi, tidak ada media yang menyoroti, berbeda pada siang sampai sore hari. Sekitaran rumahnya selalu dipenuhi oleh para wartawan. Dengan tubuh sedikit lelah, Ashraf masuk ke dalam kamar. Matanya terpaku, melihat pada Sania sedang diam di meja rias. Apakah Sania marah? Kalau Ashraf datang, istri keduanya itu akan langsung bermanja dengannya. "Maafkan Mas baru pulang sekarang, Sania," ucap Ashraf. Membawa langkah ke arah Sania. Ketika akan memeluk, Sania lekas berdiri dan melengos pergi tanpa menggubris Ashraf yang ingin bicara dengannya. Kekesalan Sania masih terasa sampai sekarang, dia bebaring di atas ranjang sambil memeluk perut buncitnya. "Sania?" "Kamu udah tidur?" tanya Ashraf, ikut naik menyusul. Tetap saja, Sania masih

