Tiga hari sudah berlalu, perpindahan jadwal malam beralih pada Yasmin. Wanita itu gelisah di kamarnya, dengan perasaan campur aduk. Ia hanya bisa duduk di depan meja rias, enggan bersiap atau bahkan menyambut Ashraf yang mungkin bakalan segera datang. Mengingat seluruh tubuhnya menyentuh wanita lain, Yasmin tak ingin jika anggota tubuh itu juga melakukan sama padanya. "Assalamualaikum, Mas pulang, Sayang," ucapan salam terdengar, bersamaan Ashraf masuk ke dalam. "Waalaikumsalam, syukurlah Mas pulang tepat waktu." Yasmin menjawabnya, lekas berdiri menghampiri sang suami tanpa make up dan bahkan memakai daster lusuhnya. Sengaja, toh Ashraf 'kan sudah ada Sania yang bisa memanjakan mata. Mata elang Ashraf menatap penampilan Yasmin dari atas sampai bawah. Tetap cantik, hanya saja tidak b

