Mereka berempat kini tengah berada di sebuah taman terbuka. Menggelar tikar sambil menikmati biji bunga matahari. Memakan kwaci sambil menunggu detik-detik pergantian tahun. Dua gelas jus sudah kosong, kini yang tertinggal hanyalah dua botol air mineral. Iren dan Anggaru sudah tertidur di samping mereka. Kedua wajah anak itu terlihat damai. Ceria menyelimutinya dengan selimut tebal, agar kedua anaknya tidak kedinginan. Kerlap-kerlip lampu semakin menyemarakkan suasana taman yang mereka jadikan pilihan untuk bersama-sama melihat kembang api. Kebersamaan sederhana seperti itupun terasa indah. Bagja menggeser duduknya, tangannya merengkuh tubuh Ceria agar kepalanya bersandar ke dadanya. Mereka tak kalah romantis dengan pasangan muda-mudi yang memilih taman itu untuk memadu kasih. “Ri,

