Bab 104. Luapan Kesedihan

1528 Kata

Aku memilih mencintaimu dalam diam. Karena dalam diam tak aka nada penolakan darimu. Aku memilih mencintaimu dalam kesepianku. Karena dalam kesepian tidak ada orang lain yang memilikimu kecuali aku. Aku memilih memilikimu dalam mimpi. Karena dalam mimpiku, kamu tidak akan pernah peri. “Cinta Dalam Diam.” *** Di dalam mobil, Brahm tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Terlihat sisa-sisa kemarahan masih melekat di wajahnya. Brahm berusaha meredakan emosi yang bangkit karena ulah Roy pada Karina. Setelah kejadian memalukan di pesta, papa Roy, Tuan Bernard yang kebetulan berada di tempat yang sama diberitahu anak buahnya tentang kelakuan putra bejatnya itu. Geram sekaligus marah, papa Roy menambahkan pukulan baru pada putranya. Tuan Bernard tahu benar dengan karakter Brahm, akan sulit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN