Bab 103. Jangan Pernah Berani Menyentuh Milikku

1642 Kata

Sejak kejadian tadi pagi, Karina tidak berani menatap mata Brahm secara langsung. Ketahuan melamun sambil mengagumi tubuh suaminya sendiri adalah hal yang memalukan dengan situasi mereka sekarang. Kalau saja hubungan mereka baik-baik mungkin Karina hanya tersipu malu dan sebaliknya Brahm akan merasa gemas. Tapi kenyataannya berbalik, Brahm justru menatapnya seolah Karina adalah perempuan mata keranjang. Setelah sarapan, Brahm meminta Karina berangkat ke kantor bersamanya. Di dalam mobil Karina diam dan mengalihkan pikirannya dengan menatap ke luar kaca jendela di sisinya. “Hari ini kamu pulang cepat.” Ucap Brahm menatap lurus pada tablet dipangkuannya. “Hah!” Mendengar erintah Brahm, Karina menoleh cepat. “Kenapa?” “Malam ini aku harus menghadiri jamuan makan malam dari PT. Aditama. Se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN