Sejak pulang ke rumah Brahm menjadi lebih pendiam dari biasanya menurut Karina. Karina merawat Brahm dan melakukan pekerjaannya sekaligus, ia sering sekali mendapat penolakan dari Brahm, terutama di saat menjelang tidur, Brahm lebih sering berbaring membelakangi Karina. Diruang kerja, Karina menangis meluapkan kesedihannya karena sikap dingin Brahm. Suaminya itu tidak lagi menunjukkan sikap antipasti tapi juga tidak menunjukkan sikap perhatian kepada Karina. Malam hari saat Brahm tertidur, disaat itulah Karina puas membelai wajah Brahm bahkan mengecup bibirnya tanpa sepengetahuan siempunya pastinya. Bahkan Karina begitu menyukai waktu tidur, karena akhir-akhir ini ia sering bermimpi melepas rindu bersama dengan Brahm. Meskipun hanyalah sebuah mimpi namun terasa begitu nyata bagi Karina

