Bab 101. Beri Aku Kesempatan Sekali Lagi

1615 Kata

Karina membuka mata dan tersadar ia tertidur cukup lama. Saat bibirnya memanggil nama Brahm, ternyata suaminya sedang menikmati makan malam di meja yang sengaja disiapkan untuk keperluan makannya selama perawatan pemulihan. “Ada apa?” Tanya Brahm dengan tatapan datarnya. “Ah, kamu sudah selesai mandi. Maaf aku tertidur.” “Istri macam apa kamu, katanya mau merawatku tapi membiarkanku makan sendiri.” “Aku cuci muka sebentar.” Kemudian Karina beranjak ke kamar mandi menyegarkan rasa kantuknya. Menatap wajahnya di cermin, mengusap bibirnya. ‘Mimpi itu rasanya seperti nyata bahkan bibirku masih dapat merasakan sisa-sisa ciuman Brahm. Aku begitu kangen sama kamu sampai terbawa mimpi. Tunggu! Kalau aku ngigo dan Brahm dengar, argh! Ngak, semoga ngak. Bisa malu banget aku.’ Ujar Karina meraca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN