Karina merenung semalaman di dalam kamar, memahami jiwa seorang Brahm, menelusuri perasaan cinta tanpa batas Brahm untuknya selama ini. Semua pengorbanan yang dilakukan Brahm untuk dirinya sejak kecil sungguh membuatnya terharu. Meskipun tidak pernah merasakan langsung, tapi membayangkan sikap Brahm di masa lalu membuat Karina merasa begitu berarti. Sudah dua hari sejak Brahm sadar, Karina masih terus datang menemani. Meskipun Brahm amsih enggan banyak bicara dengannya. Karina mengisi hari-hari di rumah sakit dengan bekerja. Jika dokter datang memeriksa, Karina akan telaten mendengarkan informasi yang diberikan dokter, tentang bagaimana cara mengganti perban dan lainnya. Sejak kemarin, Karina berusaha mengganti perban Brahm meskipun laki-laki itu terlihat tidak senang dengan kehadirannya.

